Welcome to the Amatir Satelite Indonesia
QSO via AO51
Hi Temans
Pada 1 DES 2008i saya berhasil demo dengan rekan rekan Lokal Jatinegara.
Qso via AO51.Seperti biasanya problem clasic masih di alami....yang terdengan
dengan jelas adalah ORONG ORONG di downlink.walaupun kita masih bisa cq cq pada AO51.
Saya menggunakan ant errow homebrew . RX :Ht OLINCA . Tx : Ric Icom
power 10w.Lokasi : didepan Local Jatinegara.dihadiri oleh 7 orang dr local jatinegara.
Mudah mudahan minggu ini bisa di coba dan demokan lagi
Mohon Bantuan teman teman untuk memberi informasi bekerjanya freq sat
yaitu 145.800 mhz s/d 146.000 mhz.
de
YB0AN
HAKIM
President Amsat-Indonesia
ARISS Commemorative Event of the 25th Anniversary of Ham Radio in Space
ARISS Commemorative Event of the 25th Anniversary
of Ham Radio in Space
AMSAT-NA V.P. for Human Spaceflight Programs and ARISS International Chairman Frank Bauer, KA3HDO announced, "Twenty-five years ago this week, Owen Garriott, W5LFL, made history by being the first amateur radio operator to talk to hams from space. Owen's historic flight on the STS-9 Space Shuttle Columbia mission was launched on November 28 and landed on December 8, 1983. Owen's ham radio adventure on STS-9 ushered in a host of outstanding outreach activities that continue today with the ARISS program."
Frank continued, "Many will recall that first set of contacts and downlinks with Owen. Those first contacts allowed each of us to share the excitement of space exploration through Owen's first-hand eyewitness accounts. Owen's ham radio legacy enabled space travelers that have flown on the Space Shuttle, the Space Station Mir and now the International Space Station to share their journey of exploration."
"Owen's son Richard, W5KWQ just a month ago carried the torch further to become the first 2nd generation amateur rdaio operator to talk to hams from space. What other hobby, except amateur radio, could or would open the communications lines of space travelers beyond that of the space agencies or international heads of state?"
To celebrate our 25 years of amateur radio operations from space, the ARISS team has planned a set of special event opportunities during the month of December and part of January. A special certificate is being developed for those who communicate with the ISS, either 2-way direct (with the ISS crew,the digipeater, or cross band repeater), or 1-way reception of SSTV or voice downlink. Several events will be described here with several "surprises" planned over the month- long celebration. The surprises will be announced once we are prepositioned to accomplish them.
Specifically, the following is being planned in the near-term:
- December 1-5 - in addition to school contacts and APRS digi operations, we plan to configure the radio system for cross band repeater operations. This will utilize the standard U/V operations in low power mode.
- December 7-12 - we will run a test of 9600 baud packet operations on the simplex frequency 145.825 MHz.
- December 14-19 - we will switch to 1200 baud packet on 145.825 to support double hop opportunities, given that PCSAT should be in full sun starting December 9,
- And at times, especially during the weekends, you might see some SSTV operations if the crew is available.
Frank concluded, "In the meantime, enjoy the ARISS ops on ISS! And congratulations to Owen Garriott, W5LFL, on the 25th anniversary of his historic flight!!"
Lapan Orbitkan Dua Satelit

Lapan Orbitkan Dua Satelit
Roket Milik India Akan Meluncurkan Satelit Lapan Akhir 2009
Jakarta, kompas - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional tengah menyelesaikan rancang bangun dua satelit mikro, masing-masing untuk misi observasi dan komunikasi. Dua satelit itu akan diarahkan untuk membantu penanganan bencana di daerah terpencil dan terisolasi. Peluncurannya pada akhir 2009.
Pembuatan satelit mikro untuk komunikasi Inasat-1 dilakukan Lapan bekerja sama dengan Organisasi Radio Amatir Indonesia (Orari). ”Saat ini pembuatan Inasat-1 telah selesai 80 persen,” ujar Kepala Lapan Adi Sadewo Salatun, seusai penandatanganan Nota Kesepakatan antara Lapan dan Orari yang diwakili Ketua Umumnya, Sutiyoso, di Jakarta, Rabu (5/11).
Menurut Sutiyoso yang juga mantan Gubernur DKI Jakarta, Indonesia memiliki keuntungan karena berada di sepanjang garis khatulistiwa. Berada di posisi geografis yang tidak dimiliki negara mana pun, Indonesia bisa mengeksploitasi potensi satelit mikro di orbit rendah untuk memantulkan sinyal radio sehingga total kapasitas penerimaan oleh seluruh terminal bumi secara bersamaan menjadi sangat besar.
”Untuk distribusi dan pengumpulan data ke daerah terpencil, kapasitas yang dimiliki mikrosatelit dari suatu lokasi yaitu sekitar 32 megabytes per hari, sudah cukup memadai untuk kebutuhan dasar infrastruktur informasi nasional,” ujar Sutiyoso.
Satelit komunikasi Inasat-1 membawa 3 misi, yaitu untuk menguji pengembangan komponen dan desain satelit mikro, untuk merelai komunikasi pesan suara (voice crossband repeater) dan untuk merelai data penentuan lokasi ke stasiun amatir radio (digital repeater automatic position reporting system/Digipeater APRS).
Misi satelit ini sebagai perelai dan Digipeater APRS akan mendukung pelaksanaan fungsi Orari, baik sebagai cadangan nasional di bidang komunikasi dan memberikan dukungan komunikasi pada operasi penanggulangan bencana, Search and Rescue (SAR), kondisi kedaruratan, dan dukungan komunikasi pada hari besar keagamaan dan pilkada.
Keberadaan satelit komunikasi radio amatir ini akan sangat berguna pada kondisi darurat dan di daerah yang tidak terjangkau oleh infrastruktur komunikasi pada umumnya.
Dengan anggotanya yang mencapai 70.000 orang, Orari saat ini menjadi organisasi radio amatir terbesar keempat di dunia.

INFORMASI BENCANA
Apabila pesawat radio mereka dilengkapi dengan APRS dan alat GPS akan sangat membantu dalam penyampaian informasi kebencanaan dan penanggulangannya, ujar P Suryono Adisoemarta dari Divisi Teknik dan Pelatihan Amsat-ID Orari.
Sementara itu, satelit observasi Lapan generasi kedua atau Lapan A-2, lanjut Adi, juga dalam tahap penyelesaian. Baik Inasat-1 dan Lapan A-2 akan diorbitkan bersamaan dengan roket milik India pada akhir 2009.
Dua roket ini menumpang pada satelit utama dalam peluncuran itu. Kedua roket akan berada di orbit khatulistiwa sehingga meliput wilayah Indonesia lebih lama dibanding satelit polar. Lapan telah memiliki satelit di orbit polar sejak 2007. (YUN)


sumber :
http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/11/06/00384181/lapan.orbitkan.dua.satelit
WELCOME TO AMSAT INDONESIA



AMSAT INDONESIA
AMSAT-ID merupakan wadah bagi anggota ORARI yang mempunyai minat khusus pada kegiatan dibidang penelitian dan pengembangan serta penggunaan teknologi Satelit Komunikasi untuk Amatir Radio.
Sekretariat : Gedung Prasada Sasana Karya Lt.10
Jl. Suryopranoto no:8 Jakarta 10130
Telepon : 021 9381 2087
Fax : 021 6386 9060
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
AMSAT-ID
President
YB0AN
A.HAKIM.S
Page 3 of 3


